Angin Nitrogen

Mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan “ANGIN NITROGEN.” Dimana saat ini dapat dengan mudah menemukannya di pom bensin, bengkel-bengkel mobil dan tukang tambal ban pinggir jalan. Hal ini karena Nitrogen dianggap sebagai alternatif untuk menjaga agar performa ban motor anda dapat maksimal.

nitro-set

Pengertian Nitrogen

Nitrogen adalah unsur yang kandungannya paling banyak di udara bebas. Hingga 78% udara dipenuhi dengan Nitrogen, sedangkan Oksigen hanya 21% dan sisanya adalah unsur-unsur lainnya. Sifat nitrogen yang menguntungkan adalah molekulnya yang lebih besar dari oksigen dan zat lainnya. Hal ini baik karena molekul menjadi sulit keluar dari pori-pori ban, sehingga tekanan ban menjadi lebih stabil dan ban tidak mudah kempes.

Nitrogen atau zat lemas adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang N dan nomor atom 7. Biasanya ditemukan sebagai gas tanpa warna, tanpa bau, tanpa rasa dan merupakan gas diatomik bukan logam yang stabil, sangat sulit bereaksi dengan unsur atau senyawa lainnya. Dinamakan zat lemas karena zat ini bersifat malas, tidak aktif bereaksi dengan unsur lainnya. Nitrogen mengisi 78,08 % atmosfer Bumi dan terdapat dalam banyak jaringan hidup.

Nitrogen secara resmi ditemukan oleh Daniel Rutherford pada 1772, yang menyebutnya udara beracun atau udara tetap. Pengetahuan bahwa terdapat pecahan udara yang tidak membantu dalam pembakaran telah diketahui oleh ahli kimia sejak akhir abad ke-18.

Nitrogen Vs Angin Biasa

Nitrogen di sini adalah Nitrogen hampir murni (berkisar antara 85% hingga 95%). Dan yang diedarkan di pasaran rata-rata di bawah 95,5% karena perlakuan pada saat pengemasan dan pengisian pada ban.

Molekul Nitrogen lebih besar, tetapi massa-nya lebih kecil (14.01), sedangkan Oksigen massanya 15.99.n2o2-gif

Hubungan Ban ber-Nitrogen dan mileage bahan bakar

Seperti dikatakan bahwa Udara di bumi ini salah satu unsur pembentuknya adalah Nitrogen dengan 75%-78% dari 100% udara. Sehingga secara logika awam mengisi ban dengan angin biasa tidak ada bedanya toh 78%-nya adalah Nitrogen, ya mungkin betul, tapi pengisian dengan Nitrogen akan lebih meyakinkan karena gas yang kita masukkan di ban adalah Nitrogen dominan. Pengisian ban dengan angin biasa memungkinkan gas mudah bereaksi dan mengurangi tekanan ban lebih cepat. Mileage atau jarak tempuh akan lebih optima dengan ban ber-Nitrogen karena tekanan angin yang pas dan suhu ban yang stabil sehingga memungkinkan bahan bakar menjadi irit. Irit di sini adalah sesuai standar pabrikan. Jarak tempuh yang biasanya mungkin hanya dicapai 40km kini bisa dicapai hingga lebih dari 40km dengan ban ber-Nitrogen.

milesdriven

12038515_10207840764039742_1819918671671946088_n

Photo of Nonosamadiman

Nitrogen dan keausan ban

ban ber-Nitrogen biasanya lebih awet alias tahan lama? ya ada benarnya, karena kondisi ban relatif stabil. ban ber-Nitrogen juga menggunakan tekanan ban yang direkomendasikan pabrikan sehingga gesekan ban dengan aspal atau jalan menjadi lebih kecil dan grip ban mencengkeram aspal atau jalan menjadi lebih pas sehingga ban tidak mudah aus. Aus pada ban sendiri disebabkan karena pemakaian yang tidak normal atau ekstrim dan tidak memakai standar yang telah ditetapkan oleh pabrikan.

inflated_vs_under_inflated tirecomparison

4

 

Nitrogen secara ekonomi

Nitrogen dalam ban akan menjaga tekanan ban lebih stabil dan menjaga velg lebih tahan lama karena terbebas dari korosi (karat). Biaya pengisian Nitrogen pada ban memang lebih mahal daripada mengisi angin biasa. Di daerah saya pengisian Nitrogen pada ban dikenakan biaya Rp.6.000,- per satu ban. Untuk mobil berkisar antara 10 ribu hingga 25 ribu per 1 ban. Pemakaian Nitrogen pada ban motor layaknya pemakaian bensin pertamax, meskipun mahal tapi value yang dihasilkan sepadan.

tutup-nitro2

Ketahanan Tekanan Nitrogen dalam Ban

Pada tes yang pernah dilakukan oleh ConsumerReports-Org pada ban selama satu tahun di ruang terbuka (merupakan tes laboratoriom – tidak dilakukan di jalan raya karena perlakuan ban tidak akan sama pada setiap ban). Tes ini dilakukan pada tanggal 20 September 2006 hingga 20 September 2007 pada ban yang diisi angin biasa dan Nitrogen, dengan tekanan 30 psi (pound per square inch) pada 31 pasang ban berkode kecepatan H dan V-rated, didapat hasil pengurangan tekanan angin pada ban ber-Nitrogen adalah 1,3 psi. Rata-rata pengurangan tekanan angin ban adalah 3,5 psi dari 30 psi pada ban berisi udara biasa, dan pengurangan 2,2 psi pada ban ber-Nitrogen dari 30 psi. Artinya di sini tekanan Nitrogen tetap berkurang namun pengurangannya lebih kecil daripada ban dengan angin biasa.

Cara memperlakukan ban agar tekanan ban tidak mudah berkurang

Penyimpanan/parkir:
standar tengah dengan ban dialasi kardus sehingga tidak bersentuhan langsung dengan lantai.

Pemakaian:
Pemakaian secara alami atau wajar akan membuat molekul Nitrogen menjadi teratur sehingga sedikit berpengaruh pula pada kestabilan tekanan ban.

Tipe ban yang cocok diisi Nitrogen

Pada dasarnya semua ban cocok untuk diisi Nitrogen, karena Nitrogen tidak bersifat destruktif atau merusak. Semua speed rating ban bisa diisi Nitrogen, mulai dari ban sepeda hingga ban pesawat terbang. Semua karet bundar yang bisa diisi angin cocok untuk diisi Nitrogen. Bahkan ban yang mengandung produk balancing seperti bubuk balancing bisa menggunakan Nitrogen. Begitu yang disebutkan oleh gonitrotire-com. Nitrogen pada ban Tubeless (ban tanpa ban dalam) dan tube type (ban dengan ban dalam) adalah dianjurkan. Contoh beberapa kendaraan yang menggunakan Nitrogen sebagai pengganti angin pada ban yang dipakainya, yaitu: Ban pesawat terbang komersial dan pesawat tempur, kendaraan militer, mobil balap, motor balap. Penggunaan Nitrogen pada ban serep (non-sepeda motor) juga sangat direkomendasikan, karena untuk menghindari hal-hal yang tidak dinginkan dan kestabilan berkendara.

Keamanan penggunaan dan bagi lingkungan

Nitrogen aman digunakan pada ban kendaraan karena sifatnya yang stabil, kering, dan tidak mudah terbakar. Nitrogen juga aman bagi lingkungan, karena Nitrogen No adalah gas alam lembam yang membentuk 78% dari udara yang kita hirup. Menggunakan Nitrogen pada ban menjadikan usia ban panjang dan dapat mengurangi sampah ban yang dibuang setiap tahunnya.

smog_tire

Tambahan tips :

Pengisian ban menggunakan angin biasa sebaiknya menggunakan kompresor pada siang hari saat keadaan air di kompresor sudah kering dari air yang biasanya muncul pada pagi hari. Hindari penggunaan pompa sepeda untuk ban sepeda motor kita, meskipun dengan alasan ngirit dan olahraga, ternyata oli yang dipakai sebagai pelumas karet klep pompa bisa ikut terbawa masuk ke dalam ban. Itulah mengapa pentil ban sepeda banyak yang “busuk” dan usianya tidak bertahan lama.

Bayar Rp.1.000  untuk kompressor, atau pilih ngirit, silakan.😉

20150604

diolah dari berbagai sumber dalam dan luar negeri.

<!– brought to you by kphmph.wordpress.com –>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s